JAKARTA – Polda Metro Jaya mengungkapkan kronologi bentrok berdarah di depan Gedung Bekasi Creative Center, Kota Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Akibat peristiwa tersebut, satu orang mahasiswa tewas.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya Kompol Andaru Rahutomo mengungkapkan,tawuran tersebut melibatkan dua kelompok remaja dan mengakibatkan satu korban jiwa. Korban berinisial TRB (21) dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius di bagian paha dan pinggang.
“Peristiwa tawuran itu terjadi pada 18 Januari dini hari, sekitar pukul 4 pagi, di depan Bekasi Creative Center. Saat kejadian terdapat satu korban meninggal dunia berinisial TRB, usia 21 tahun, dengan luka di bagian paha dan pinggang,” kata Andaru dikutip Jumat (30/1/2026).
Sementara terkait penanganan perkara, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melakukan penindakan cepat dengan menangkap satu pelaku berinisial TFA pada 19 Januari 2026.
Selanjutnya, pada hari berikutnya, polisi kembali mengamankan satu pelaku lain yang merupakan anak berhadapan dengan hukum (ABH). Kedua pelaku tersebut dikenakan Pasal 262 ayat (4) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Andaru menegaskan, bahwa tawuran remaja menjadi salah satu target utama Operasi Pekat Jaya 2026 yang dilaksanakan Polda Metro Jaya selama 15 hari, mulai 28 Januari hingga 11 Februari 2026.
Operasi ini menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat, seperti tawuran, kejahatan jalanan, peredaran narkoba, minuman keras, serta potensi gangguan kamtibmas lainnya.
Selain penegakan hukum, Polda Metro Jaya juga mengedepankan langkah preventif melalui patroli gabungan yang melibatkan Brimob, Samapta, serta Satgas Operasi Pekat Jaya di tingkat kewilayahan.
“Kami tidak hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga tindakan pencegahan melalui patroli rutin,”pungkasnya.
BREAKING NEWS: Peristiwa Meninggalnya Lula Lahfah, Polisi dan Pihak Rumah Sakit Berikan Klarifikasi
Redaksi | Peristiwa | Diperbarui
Kabar duka menyelimuti publik setelah beredarnya informasi mengenai meninggalnya Lula Lahfah. Peristiwa tersebut dengan cepat menjadi perhatian masyarakat luas dan ramai diperbincangkan di media sosial sejak [hari, tanggal] malam.
Informasi awal terkait meninggalnya Lula Lahfah pertama kali beredar melalui unggahan sejumlah akun media sosial yang menyampaikan ucapan belasungkawa. Tak berselang lama, kabar tersebut dikonfirmasi oleh pihak keluarga kepada beberapa kerabat dekat.
Kronologi Singkat Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, Lula Lahfah sempat mendapatkan perawatan medis di salah satu fasilitas kesehatan sebelum dinyatakan meninggal dunia. Menurut sumber internal, almarhum/almarhumah dibawa ke rumah sakit pada [waktu] dengan kondisi yang membutuhkan penanganan intensif.
Pihak rumah sakit menyebutkan bahwa tim medis telah melakukan upaya maksimal sesuai prosedur yang berlaku. Namun, kondisi pasien dilaporkan terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga.
Klarifikasi Pihak Rumah Sakit
Perwakilan rumah sakit, [Nama Dokter/Juru Bicara], membenarkan adanya pasien atas nama Lula Lahfah yang meninggal dunia di fasilitas mereka.
“Kami memastikan seluruh tindakan medis telah dilakukan sesuai standar operasional. Penyebab pasti meninggal dunia masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dan kami menghormati proses serta privasi keluarga,” ujarnya dalam keterangan singkat.
Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait kondisi medis pasien sebelum adanya pernyataan resmi yang lengkap.
Penjelasan dari Kepolisian
Sementara itu, pihak kepolisian turut memberikan klarifikasi guna meredam berbagai isu yang berkembang. [Nama Pejabat Kepolisian] menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut.
“Kami sedang melakukan pendalaman informasi dan berkoordinasi dengan pihak keluarga serta rumah sakit. Saat ini belum ditemukan indikasi adanya unsur tindak pidana,” jelasnya.
Kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Respons Keluarga dan Kerabat
Pihak keluarga Lula Lahfah menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum/almarhumah. Melalui pernyataan singkat, keluarga meminta ruang dan ketenangan untuk menjalani masa berkabung.
“Kami mohon doa dari semua pihak dan berharap tidak ada informasi yang dipelintir atau disebarkan tanpa dasar yang jelas,” demikian pernyataan keluarga.
Ucapan belasungkawa juga datang dari berbagai pihak, termasuk rekan, sahabat, dan masyarakat yang mengenal sosok Lula Lahfah. Banyak yang mengenang almarhum/almarhumah sebagai pribadi yang dikenal baik dan memiliki kontribusi di lingkungannya.
Imbauan kepada Masyarakat
Seiring dengan ramainya pemberitaan, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di ruang digital. Penyebaran kabar yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan.
Pakar komunikasi publik menilai pentingnya menunggu informasi resmi dari sumber berwenang agar tidak terjadi disinformasi, terutama dalam peristiwa sensitif seperti kematian seseorang.
Perkembangan Selanjutnya
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan terkait penyebab pasti meninggalnya Lula Lahfah. Pihak kepolisian dan rumah sakit masih melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh informasi disampaikan secara transparan dan akurat.
Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan pembaruan berita terbaru berdasarkan fakta dan konfirmasi resmi sesuai dengan kode etik jurnalistik.
JAKARTA– Polda Metro Jaya menangkap dua orang terduga pelaku, pembunuhan terhadap seorang pria yang jasadnya ditemukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan KH Noer Ali, Bekasi, Jawa Barat.
“Pelaku sudah kami amankan dua orang,” kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).
Abdul Rahim menambahkan, kedua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial JP dan G.
Sebelumnya, sesosok mayat pria ditemukan tewas di TPU Jalan KH Noer Ali, Bekasi, Jawa Barat. Penemuan tersebut sempat menggegerkan warga sekitar. Korban diduga kuat merupakan korban tindak pidana pembunuhan.
Penemuan jasad tersebut terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang berziarah di area pemakaman.
Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di tumpukan daun. Kuat dugaan korban menjadi korban pembunuhan lantaran ditemukan luka di bagian leher serta memar pada wajah.
“Di tubuh korban terdapat bekas jeratan ikat pinggang,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).
Amerika Serikat secara resmi mengumumkan akan menarik diri dari 66 organisasi internasional, termasuk 31 badan yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta 35 lembaga non-PBB, lewat sebuah memorandum presiden yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump. Langkah ini menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri AS yang selama ini aktif dalam struktur multilateralisme global.
Gedung Putih mengatakan keputusan tersebut diambil karena organisasi-organisasi ini dianggap tidak lagi melayani kepentingan nasional Amerika, bertentangan dengan kedaulatan, keamanan, atau kesejahteraan ekonomi AS. Arahan itu memerintahkan seluruh departemen eksekutif untuk menghentikan partisipasi dan dukungan pendanaan kepada kelompok-kelompok tersebut “secepat mungkin.”
Organisasi PBB yang Ditinggalkan Amerika
Beberapa badan PBB yang masuk daftar penarikan termasuk: 🔹 Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) – badan utama yang menaungi negosiasi iklim global seperti Perjanjian Paris. 🔹 United Nations Population Fund (UNFPA) – lembaga yang fokus pada kesehatan dan populasi. 🔹 UN Women – badan PBB untuk pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender. 🔹 Beberapa perwakilan khusus PBB untuk isu-isu seperti anak dalam konflik, dan kekerasan seksual dalam perang.
Selain itu, Amerika telah menarik diri dari badan-badan lain seperti Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UN Human Rights Council) dan menegaskan bahwa dukungan untuk badan bantuan pengungsi Palestina (UNRWA) tetap dibatasi.
Organisasi Non-PBB yang Juga Ditinggalkan
Selain lembaga PBB, AS juga akan menarik diri dari berbagai organisasi internasional lain yang berkaitan dengan: ✨ Perubahan iklim dan energi ✨ Migrasi global ✨ Forum kontra-terorisme ✨ Forum kemitraan cyber dan migrasi internasional
Banyak di antaranya adalah kelompok kerja internasional atau konsorsium lintas negara yang selama ini menerima dukungan AS sebagai anggota aktif.
Reaksi Pemerintah dan Dunia Internasional
Pemerintah AS, melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio, mengatakan bahwa keputusan ini adalah bagian dari kebijakan “America First” yang menolak keterlibatan dalam organisasi yang dianggap “anti-Amerika” atau menyalahgunakan dana pembayar pajak.
Namun, pakar dan kritikus internasional memperingatkan langkah ini bisa melemahkan pengaruh AS di panggung global, menciptakan kekosongan dalam isu-isu seperti perubahan iklim, hak asasi manusia, kesehatan global, serta memberi peluang bagi negara lain seperti China untuk memperluas pengaruh di forum internasional.
Beberapa pemimpin dunia juga menyatakan keprihatinan terhadap dampak penarikan tersebut terhadap kerja sama global di bidang iklim, pembangunan, dan kesehatan.
Keluarnya AS dari WHO dan UNESCO
Selain penarikan massal saat ini, AS sebelumnya juga telah mengumumkan rencana untuk keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang akan efektif pada 22 Januari 2026, setelah pemberitahuan satu tahun sesuai aturan badan tersebut.
Selanjutnya, AS juga telah mengonfirmasi akan mengakhiri keanggotaannya di UNESCO (Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan) pada 31 Desember 2026, dengan alasan bahwa badan tersebut menjalankan agenda yang dianggap Washington tidak sejalan dengan kepentingan nasional.
Dampak dan Tantangan ke Depan
Para analis mengatakan bahwa keputusan untuk menarik diri dari struktur multilateralisme PBB bisa berdampak pada: ✔️ kerjasama di bidang kesehatan global, ✔️ negosiasi iklim internasional, ✔️ perlindungan hak asasi manusia, ✔️ serta posisi strategi AS dalam forum global.
Sementara pemerintah AS menyebut langkah ini sebagai penegasan kedaulatan nasional dan penggunaan dana yang lebih efisien, pihak yang menentang berpendapat bahwa keputusan ini dapat menjauhkan AS dari sekutu tradisional dan melemahkan peranannya sebagai pemimpin global.
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN), mencapai 99,07% pada hari pertama kerja tahun 2026, Jumat (2/1/2026).
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Premi Lasari, menyampaikan bahwa data tersebut diperoleh melalui Sistem Informasi Kehadiran Pegawai (e-Absensi).
“Dari total 68.485 pegawai, sebanyak 67.855 orang atau 99,07 persen tercatat hadir, sementara 599 orang atau 0,87 persen tidak hadir dengan keterangan,” ujar Premi, Jumat (2/1/2026).
Premi menjelaskan, BKD DKI Jakarta telah melakukan pemantauan kehadiran pegawai sejak Rabu, 31 Desember 2025, guna memastikan seluruh ASN hadir sesuai ketentuan dan pelaksanaan tugas kedinasan tetap berjalan.
Ia memastikan seluruh layanan publik di DKI Jakarta kembali beroperasi normal setelah libur Tahun Baru 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik agar semakin optimal bagi seluruh warga.
“BKD DKI Jakarta menjamin tugas kedinasan dan pelayanan publik tetap berjalan sebagaimana mestinya, karena setiap perangkat daerah bertanggung jawab terhadap tugas dan fungsinya masing-masing. Kepatuhan terhadap peraturan diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif,” kata Premi.
Dalam kesempatan yang sama, Premi mengungkapkan bahwa pada hari ini juga dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada 16.426 pegawai yang tersebar di 43 perangkat daerah.
PPPK Paruh Waktu akan melaksanakan tugas dengan masa perjanjian kerja selama satu tahun, terhitung mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2026, dan dapat diperpanjang berdasarkan evaluasi kinerja tahunan.
“Harapannya, para PPPK Paruh Waktu yang telah diangkat dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan berintegritas. Bersama-sama kita wujudkan Jakarta sebagai kota global yang maju dan berorientasi pada pelayanan publik,” tutup Premi.