
Amerika Serikat secara resmi mengumumkan akan menarik diri dari 66 organisasi internasional, termasuk 31 badan yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta 35 lembaga non-PBB, lewat sebuah memorandum presiden yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump. Langkah ini menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri AS yang selama ini aktif dalam struktur multilateralisme global.
Gedung Putih mengatakan keputusan tersebut diambil karena organisasi-organisasi ini dianggap tidak lagi melayani kepentingan nasional Amerika, bertentangan dengan kedaulatan, keamanan, atau kesejahteraan ekonomi AS. Arahan itu memerintahkan seluruh departemen eksekutif untuk menghentikan partisipasi dan dukungan pendanaan kepada kelompok-kelompok tersebut “secepat mungkin.”
Organisasi PBB yang Ditinggalkan Amerika
Beberapa badan PBB yang masuk daftar penarikan termasuk:
🔹 Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) – badan utama yang menaungi negosiasi iklim global seperti Perjanjian Paris.
🔹 United Nations Population Fund (UNFPA) – lembaga yang fokus pada kesehatan dan populasi.
🔹 UN Women – badan PBB untuk pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender.
🔹 Beberapa perwakilan khusus PBB untuk isu-isu seperti anak dalam konflik, dan kekerasan seksual dalam perang.
Selain itu, Amerika telah menarik diri dari badan-badan lain seperti Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UN Human Rights Council) dan menegaskan bahwa dukungan untuk badan bantuan pengungsi Palestina (UNRWA) tetap dibatasi.
Organisasi Non-PBB yang Juga Ditinggalkan
Selain lembaga PBB, AS juga akan menarik diri dari berbagai organisasi internasional lain yang berkaitan dengan:
✨ Perubahan iklim dan energi
✨ Migrasi global
✨ Forum kontra-terorisme
✨ Forum kemitraan cyber dan migrasi internasional
Banyak di antaranya adalah kelompok kerja internasional atau konsorsium lintas negara yang selama ini menerima dukungan AS sebagai anggota aktif.
Reaksi Pemerintah dan Dunia Internasional
Pemerintah AS, melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio, mengatakan bahwa keputusan ini adalah bagian dari kebijakan “America First” yang menolak keterlibatan dalam organisasi yang dianggap “anti-Amerika” atau menyalahgunakan dana pembayar pajak.
Namun, pakar dan kritikus internasional memperingatkan langkah ini bisa melemahkan pengaruh AS di panggung global, menciptakan kekosongan dalam isu-isu seperti perubahan iklim, hak asasi manusia, kesehatan global, serta memberi peluang bagi negara lain seperti China untuk memperluas pengaruh di forum internasional.
Beberapa pemimpin dunia juga menyatakan keprihatinan terhadap dampak penarikan tersebut terhadap kerja sama global di bidang iklim, pembangunan, dan kesehatan.
Keluarnya AS dari WHO dan UNESCO
Selain penarikan massal saat ini, AS sebelumnya juga telah mengumumkan rencana untuk keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang akan efektif pada 22 Januari 2026, setelah pemberitahuan satu tahun sesuai aturan badan tersebut.
Selanjutnya, AS juga telah mengonfirmasi akan mengakhiri keanggotaannya di UNESCO (Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan) pada 31 Desember 2026, dengan alasan bahwa badan tersebut menjalankan agenda yang dianggap Washington tidak sejalan dengan kepentingan nasional.
Dampak dan Tantangan ke Depan
Para analis mengatakan bahwa keputusan untuk menarik diri dari struktur multilateralisme PBB bisa berdampak pada:
✔️ kerjasama di bidang kesehatan global,
✔️ negosiasi iklim internasional,
✔️ perlindungan hak asasi manusia,
✔️ serta posisi strategi AS dalam forum global.
Sementara pemerintah AS menyebut langkah ini sebagai penegasan kedaulatan nasional dan penggunaan dana yang lebih efisien, pihak yang menentang berpendapat bahwa keputusan ini dapat menjauhkan AS dari sekutu tradisional dan melemahkan peranannya sebagai pemimpin global.